Koin Emas eks film ‘Sahara’

September 6, 2009 at 22:36 , by admin

Salah satu alasan kenapa banyak yang ingin memajang produknya dalam film produksi Hollywood adalah promosi. Selain itu, property eks-film Hollywood grade menengah-atas juga jadi collectible item yg punya harga berkali lipat dari aslinya.

Walau bukan termasuk film box office, Sahara (2005) yang dibintangi Steve Zahn-Matthew McConaughey-Penelope Cruz, propertinya punya harga cukup lumayan. Di sebuah situs lelang, koin emas yg muncul di akhir ceritanya ditemukan karakter Dirk Pitt di kapal “Ironclad” dihargai cukup tinggi.

Koin itu pastinya hanyalah koin tiruan berwarna keemasan. Namun, harganya berkali lipat dari harga koin perak. Read more

Category Film | 1 Comment

Pilih Nonton atau Ngegame?

Juni 2, 2009 at 16:05 , by admin

Video game dan film mempunyai banyak persamaan. Setidaknya, secara psikologis keduanya merupakan sarana rekreatif psikis kita. Namun, walaupun bersifat rekreatif, ia bisa memiliki dampak buruk bagi psikologis kita. Ia bisa menimbulkan ketergantungan, efek halusinatif pada beberapa orang, dan sarana empuk menanamkan agresifitas kekerasan.

Termin rekreatif tentu tak berasosiasi hanya pada fungsinya sebagai alat untuk “penggembira”. Rekreatif bisa diartikan sebagai pelepasan stress dengan mengalihkan kontinuitas aktifitas kita ke kegiatan yang berbeda. Read more

Pengaruh TV Satelit pada Perkembangan Teknologi Cakram Optik

Mei 2, 2009 at 18:23 , by admin

Ternyata keberadaan teknologi TV satelit seperti Direct TV tak hanya berpengaruh pada dunia hiburan. Aspek teknologinya yang membutuhkan resolusi tinggi audio-visual, belakangan juga memicu kebutuhan atas media simpan (storage media) yang tinggi. Siapa sangka teknologi DVD jadi cepat usang jadi begitu cepat terasa ‘tak cukup’ lagi? Padahal sampai detik ini masih banyak orang yang menganggap kapasitas DVD untuk menyimpan data file biasa sudah terlalu kebesaran!

Layanan Satellite Directv memang memanfaatkan teknologi kompresi canggih. Dengan perantaraan gelombang mikro dari satelit, TV kita disuguhi data digital dalam kisaran gigabit tiap detiknya. Tak heran kalau teknologi ini juga ditumpangi data internet sebagai layanan tambahan Direct TV Satellite.

Diakui, keberadaan format video yang lebih tinggi resolusinya membuat harddisk kita jadi cepat penuh untuk menampung video yang disimpan dari hasil capture TV satelit. Padahal, harddisk bukanlah perangkat simpan yang portabel. Untung saja sekarang ada CD blue-ray, yg tiap kepingnya bisa menyimpan data 25GB sampai 50 GB.

Category televisi | No Comments

Membela Judas dalam Sebuah Film

Februari 22, 2009 at 14:27 , by admin

Entah ada hubungannye dengan trend psikologi humanis atau tidak. Namun, dalam dekade terakhir kita sering melihat film2 yg berusaha “merevisi” sosok-sosok antagonis dengan menyuguhkannya dalam sudut pandang yang empatik.

Sosok antagonis tak digambarkan dalam logika oposisi biner hitam-putih, namun ditempakan dalam wilayah abu-abu yang sangat manusiawi. Dalam sekuel film Batman, kita tak semata disuguhi bahwa Joker adalah sosok jahat adigung-adiguna, namun juga diajak untuk memahami latar belakang psikologisnya yang kelam. Dalam serial Smallville, kita tak lagi dipertontonkan semata dengan “pertarungan abadi” Clark Kent vs Lex Luthor — namun diajak melihatnya sebagai rivalitas yang lebih bersifat psikis. Read more

Category Film | 1 Comment

Jasa Orkestrasi Virtual

Februari 17, 2009 at 14:51 , by admin

Di zaman serba digital, tentu tak terlalu mengejutkan kalau sebagian besar sinema yg kita tonton juga dikerjakan secara digital. Bukan hanya media rekam dan proses editingnya saja yg digital, musiknya juga diorkestrasikan secara digital.

Konon, jasa virtual orchestra atau virtual studio, lebih banyak berkembang di negara miskin daripada di negara G7. Alasannya, apalagi kalau bukan soal pendanaan. Untuk membuat sebuah orchestral performance memang sangat-sangat mahal, bahkan jika kita sudah punya music scores (music sheet) untuk dimainkan. Bayangkan banyaknya talent yg harus dilibatkan, proses take masing2 elemen musiknya, sampe editing final. Bayangkan banyaknya waktu dan dana “hanya” untuk membubuhkan elemen music yg sangat esensial posisinya untuk pensuasanaan sebuah adegan.

Sebenarnya, jasa virtual studio merupakan for-hire virtual orchestra – dimana seorang composer cukup mengirimkan music score untuk kemudian dimainkan secara digital menggunakan koleksi library alat musik yg tersedia dan paling sesuai, untuk menghasillkan produk final sebuah orkestrasi music yg utuh dan siap pakai. Jasa semacam itu diklaim punya hasil dengan kualitas sebanding, bahkan lebihbaik dari aslinya.

« Older Entries

Koin Emas eks film ‘Sahara’

September 6, 2009 | More
Top of page